PROSEDUR PERNIKAHAN GEREJA KATOLIK

WEDDING ORGANIZER, YA ATAU TIDAK ?
19/01/2019
PAKET PENDUKUNG ACARA PERNIKAHAN DI JAYAPURA
19/01/2019

PROSEDUR PERNIKAHAN GEREJA KATOLIK

A. TAHAP PERTAMA

Pendaftaran pernikahan di Gereja melalui Sekretariat pada paroki masing-masing pada hari kerja (hari kerja dan waktu buka seketariat disesuaikan masing-masing paroki. Membawa surat pengantar dari lingkungan calon mempelai (baik Pria dan wanitanya). Dalam hal ini Surat Pengantar untuk mengikuti KPP (Kursus Persiapan Perkawinan). Membawa Foto Copy Surat Baptis yang diperbaharui :

  • Katolik dengan Non Katolik – Salah satu calon mempelai yang beragama Katolik
  • Katolik dengan Katolik – kedua calon mempelai wajib melampirkannya
  • Surat Baptis yang diperbaharui berlaku 6 bulan samapai dengan hari H (Pernikahannya)Membawa Pas Foto 3×4 masing-masing 3 lembar
  • Menyelesaikann Biaya Administrasi KPP (Kursus Persiapan Pernikahan), besar biaya disesuaikan paroki masing-masing.
  • Dan hal-hal yang berkaitan dengan pendaftaran KPP, bisa ditanyakan di seketariat maing-masing paroki.

B. TAHAP KEDUA

Selesaikan prosedur Tahap Pertama Mengisi fonnulir dan menyerahkan berkas-berkas pernikahan, yaitu:

  • Surat pengantar dati lingkungan masing–masing
  • Sertifikat Kursus Persiapan Pemikahan yg asli dan fotokopinya
  • Surat baptis asli yang telah diperbaharui
  • Foto berwama berdampingan ukuran 4×6 sebanyak 3 lembar
  • Fotokopi KTP saksi pernikahan 2 (dua) orang yang Katolik

  • Kedua calon mempelai datang ke Romo ybs untuk melakukan pendaftaran penyelidikan kanonik (harus datang sendiri, tidak dapat diwakilkan)
  • Bagi calon mempelai yang belum Katolik danlatau bukan Katolik, harap menghadirkan 2 (dua) orang saksi pada saat penyelidikan kanonik untuk menjelaskan status pihak yang bukan Katolik. Saksi adalah orang yang benar-benar mengenal pribadi calon mempelai yang bukan Katolik dan bukan anggota keluarga kandungnya.
  • Apabila kedua calon mempelai dari luar Paroki/Gereja dimana domisili calon mempelai harap membawa surat delegasi/pelimpahan pemberkatan pemikahan dari Pastor/Romo setempat (tempat Penyelidikan Kanonik

C. PERNlKAHAN CATATAN SIPIL

Datang ke sekretariat Gereja sebulan sebelumnya untuk pengurusan pemikahan catatan sipil dengan membawa: (Bila catatan Sipil dilakukan di Gereja setelah Pernikahan)

  • Surat pengantar dari Kelurahan untuk pendaftaran perkawinan
  • Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga Kelurahan kedua belah pihak
  • Fotokopi Akta Kelahiran kedua mempelai
  • Fotokopi SKBRI (WNI). Jika tidak ada, bawa SKBRI/WNI orang tua
  • Untuk umat keturunan – Fotokopi Surat Ganti Nama (Bila tidak ada, lampirkan Surat Ganti Nama dari. orangtua)
  • Pas foto berdampingan ukuran. 4 x 6 sebanyak 6 lembar

Akan dibuatkan pengumuman ke kantor Catatan Sipil sesuai KTP yang bersangkutan dari calon mempelai. (kebijakan ini tergantung catatan sipil setempat). Pada hari “H”, Akta Kelahiran asli kedua mempelai dan Surat Pemberkatan Nikah Gereja diserahkan kepada petugas Catatan Sipil. Pencatatan pemikahan sipil bisa diurus oleh mempelai sendiri atau oleh Pihak Gereja.

D. BIAYA

Untuk besar Biaya disesuaikan dari kebijakan masing-masing Paroki yang bersangkutan dimana akan diadakn pernikahan tersebut. Biaya tidak terikat dan khusus bagi mereka yang kurang mampu, dapat menghubungi Romo Paroki yang bersangkutan, untuk mendapatkan keringanan, dan Bahkan bagi yang sama sekali tidak mampu diberikan kebebasan semampunya untuk mengganti biaya-biaya Administrasi.

Biaya-biaya tersebut digunakan untuk :

  • Pembayaran biaya-biaya administrasi, listrik Gereja terlebih bila Gereja tersebut ber-AC
  • Pencatatan Pernikahan Catatan Sipil bila dilakukan di Sekretariat Gereja dan Biaya transport untuk Petugas dari Catatan Sipil setempat.
  • Mintalah Tanda Bukti Pembayaran dari pihak sekretariat.

Biaya-biaya diluar Keseketariatan yaitu:

  • Bunga dekorasi
  • Sumbangan tanda kasih untuk Paduan suara – langsung kepada dirigen/pimpinan Paduan Suara
  • Iura Stolae bagi pastor/Romo yang memimpin upacara Pernikahan (yang sepantasnya berlaku umum). Iura Stolae diletakkan di dalam keranjang buah persembahan. Jika pemikahan dilangsungkan dalam pemberkatan (bukan misa), Iura Stolae diberikan langsung kepada imam setelah pernikahan.
Call Now
Whatsapp